17 September 2011

Menyusuri Tepi Barat Perancis

Toulouse by night
Perjalanan kami dimulai dari Kota Toulouse yang terletak di selatan Perancis. Kota ini terkenal dengan pabrik pesawat Airbus, sayang kami tidak sempat mengunjunginya karena padatnya jadwal acara. Pusat kotanya sangat unik, jalan-jalannya agak sempit kalau dibandingkan dengan kota-kota di negara maju lainnya. Yang paling menyusahkan di Perancis secara umum adalah orang-orangnya sangat sedikit yang bisa (mau) bicara menggunakan Bahasa Inggris. Mungkin karena lamanya persaingan dengan Inggris dalam banyak hal, sehingga mereka sangat bangga dengan bahasanya dan enggan menggunakan bahasa pesaingnya. Maka dimulailah petualangan dengan menggunakan bahasa isyarat di kota ini. Yang paling indah adalah pemandangan disekitar jembatan dan sungai besar yang melintasi kota ini, terutama pada malam hari.
Bordeaux, the world heritage site

Seperti biasa, kamipun melanjutkan petualangan dengan tujuan utama Kota Paris. Karena perjalanan dengan kereta melewati Kota Bordeaux, kamipun singgah dan bermalam disini. Sungguh diluar dugaan dan merasa sangat beruntung karena memutuskan singgah di kota ini. Sebuah kota yang sangat cantik, dengan arsitektur yang sangat indah, tidak hanya di beberapa sudut tapi di hampir seluruh kota. Alat transportasi tram yang menghubungkan sisi-sisi kota sangat modern dan bersih, mengingatkan saya akan keseharian menunggu tram di Melbourne saat studi S2. Tidak salah kalau seisi kota ini dinobatkan menjadi salah satu tempat warisan budaya dunia. Di kota ini juga dihasilkan wine berkelas dunia dan merupakan tempat dengan wine ternikmat. Maka kamipun mencobanya, dan memang benar seperti apa yang orang-orang ceritakan. Rasanya sangat khas, lembut, tidak terlalu kuat rasa alkoholnya.
Paris, the romantic city
Perjalanan dengan kereta antar kota dari Bordeaux ke Paris memakan waktu sekitar 3 jam. Sesampai di stasiun kereta di pusat kota Paris kamipun melanjutkan perjalanan menuju hotel dengan berganti moda menggunakan kereta bawah tanah Metro. Dan lumayan kaget, karena kereta-kereta bawah tanah di Paris tidaklah sebagus kereta bawah tanah di negara maju, seperti T-Bane di Oslo misalnya. Bahkan ada bau-bau agak pesing sedikit dan kereta-keretanya sudah lumayan tua hehehe... Satu hal yang membuat senang adalah jalur dan jejaring tarnsportasi yang mudah di pahami sehingga sangat nyaman untuk di eksplorasi sendiri.
Eiffel tower by night
Tempat yang paling pertama ingin dikunjungi tentunya adalah Eiffel Tower yang sangat termasyur itu. Mengingat waktu yang dimiliki hanya satu hari satu malam, maka kami memutuskan untuk datang ke Eiffel Tower pada malam hari dan juga keesokan harinya, jadi bisa melihat menara ini diwaktu gelap dengan perpaduan lampu yang cantik.
Monalisa, genuine!
Kami juga sempat naik sampai ke puncak tower dan melihat Kota Paris di malam hari. Beberapa tempat yang sempat kita kunjungi adalah kompleks Champs-Élysées, Napoleon Tomb, Musee du Louvre dimana kita bisa melihat pyramid dan lukisan Monalisa yang asli. Kesimpulannya Paris adalah kota besar yang sangat indah dan romantis, akan tetapi hati kami masih tertinggal di Bordeaux, kota impian di negeri dongeng yang sangat mempesona. Sekian dulu cerita perjalanan kali ini, lain kali disambung lagi.




2 Comments
Tweets
Comments

2 comments:

rumahdiksi said...

pariiiiiiissssss...... xD
membaca tulisan ini seakan ikut perjalanan yg sebenarnya...
wah mantap sekali petualangannya dok, jadi tambah mupeng untuk bisa menikmati paris yg romantis
ditunggu cerita saya beberapa tahun lagi ya..petualangan di tempat yang sama...
astungkara, hihihi

Dr Ady Wirawan said...

@Doi: I know you will do... ditunggu ceritanya kalau sudah sampai disana

Post a Comment

Untuk pertanyaan atau diskusi seputar kesehatan, bisa melalui kolom komentar berikut atau bisa juga mention @adywirawan on twitter